LAPORAN PENDAHULUAN
IBU HAMIL TRIMESTER III DENGAN POST DATE
1.
DEFINISI
-
Kehamilan adalah masa
dimanan dari konsepsi sampai jalan lahir, lama hamil normal yaitu 280 hari atau
9 bulan 7 hari yang dihitung dari HPHT
-
Post date (kehamilan
lewat waktu) adalah kehamilan yang lamanya melebihi 42 minggu (294 hari) di
hitung dari HPHT atau 14 hari setelh perkiraan
-
Kehamilan lewat waktu
adalah kehamilan yang melewati 294 hari atau 42 minggu lengkap
-
Kehamilan post date
adalah kehamilan yang ttelah melewati hari perkiraan kelahiran
2.
ETIOLOGI
Faktor-faktor yang mungkin dapat
menyebabkan kehamilan post date
-
Hormonal yaitu kadar
progesteron tidak dapat turun walaupun kehamilan telah cukup bulan sehingga
kepekatan uterus terhadap otirosin berkurang
-
Faktor hereditas
-
Tidak timbulnya his
karena kurangnya air ketuban, efisiensi plasenta dan kerentanan akan stres
3.
PATOFISIOLOGI
-
Respirasi terhadap
janin disebabkan oleh karena penurunan plasenta sehngga terjadi gangguan fungsi
plasenta (infusiensi)
-
Infusiensi nutrisi yang
bisa menyebabkan IUGR
-
Infusiensi respirasi
yang menyebabkan Hipoksiss janin
4.
KRITERIA
DIAGNOSIS
-
Usia kehamilan melewati
294 hari atau 42 minggu di hitung dari HPHT
-
Palpasi bagian janin
jelas karena berkurangnya air ketuban
-
Kemungkinan dijumpai
abnormalitas terhadap gerakan janin sehari-hari yang akan semakin jarang yaitu
kurang dari 10 x/ menit menurut kardiografi
-
Kemungkinan di jumpai
abnormalitas dll baik duskultasi maupun secara kardiografi
-
Dijumpai air
ketuban berkurang atau tanpa penguapan
plasenta pada pemeriksaan USG
5.
PEMERIKSAAN
PENUNJANG
-
USG : jumlah air
ketuban, gradiasi dan klasfikasi plesanta, kelainan kongnital mayor dan
biometri janin, gerakan janin
-
NST (Non Stress Taste)
-
Rongtgenologik : dapat
dijumpai pusat-pusat penolong pada bagian femus, bagian proksibial fibia
-
Pemeriksaan sitologi
air ketuban : air ketuban di ambil dengan amniosntesis baik secara trankagnal
maupun tratus abnormal. Air ketuban akan bercampur lemak sel-sel kulit yang di
lepas janin setelah kehamilan mencapai >36 minggu
-
Amnioskopi : melihat
derajat kekeruhan air ketuban menurut warnanya karena pengaruh mekonium
-
Uji abastosin (Stress
Test) : yaiu dengan infust tetesan dasiton dan di awasi reaksi janin terhaadap
kontraksi uterus, jika ternyata reaksi janin kurang baaik hal ini mungkin janin
akaan berbahaya dalam kandungan
-
Pemeriksaan
Laboratorium : darah lengkap
-
Pemeriksaaan kadar
estrisol dalam urine
6.
PENATALAKSANAAN
-
Setelah usia kehamilan
melebihi 42 minggu yang penting monitoring janin sebaik-baiknya
-
Apabila tidak ada tanda
infusiensi plasenta persalinan spontan dapat di tunggu dengan pengawasan ketat
-
Pada persalinan
perugian harus diperhatikan bahwa partus akan sangat merugikan bayi, janin post
matur kadang besar dan kemungkinan CPD dan distosia janin besar
-
Bila riwayat kehamilan
yang lalu ada kematian janin dan terdapat hipertensi, Preeklamsia dan kehamilan
anak pertama mereka karena fasilitas maka ibu harus di rawat di RS
-
Lakukan pemeriksaan
kesejahtraan janin :
·
Janin jelek bila jernih
matang (>5) yaitu amniotomi keruh makaa lakukan SC
·
Bila skor pelurus belum
matang (<5) maka lakukan SC
-
Penilaian kesejahtraan
janin baik:
·
Bila skor pervik
(>5) : drip oksitosin tanpa amniotomi
·
Bila skor belum matang
(<5) : tunggu dengan melakukan penilaian janin secara seri dilakukan NTS. Sekurang-kurangnya
1x seminggu samapi dengan skor pelvik (>5) untuk dilaksanakan drip
oksitosin, hasil penelitian kesejahtran janin secara seri ragu-ragu atau jelek
maka lihat bagian penilaian janin ragu-ragu atau jelek
7.
PROGNOSIS
-
Bagi ibu
Menyebabkan distosia karena aksi
uterus tidak terkoordinir janin besar dan maulage kepala berkurang maka sering
dijumpai partus lama, kelaian retak, inersia uteri, distonia bahu dan
pendarahan post partum
-
Terhadap janin
-
Jumlah kematian pada
bayi kehamlan 43 minggu 3x lebih besar. Hal ini karena ada beberapa penyulit
pada kehamilan post prantur antara lain
·
Kelainan kongenital
·
Sindrom aspirasi
mekonium
·
Gawat janin dalam
persalinan
·
Maksomia
·
PJT (Pertumbuhan Janin
Terhambat)
·
Kelaianan jangka
panjang bayi
POHON MASALAH
Post Date
IBU
|
Janin
|
His
tidak adekuat
|
Kadar
Progesteron cepat
|
Penurunan
Plasenta
|
Infusiensi
Respirasi
|
Inersia
uteri
|
Respirasi
Janin
|
Hipoksia
Janin
|
Ketuban
berkurang
|
Gangguan
fungsi plasenta (Insufisien)
|
Gawat
janin
|
IUGR
|
Tidak
ada flis
|
Pendarahan
Post Partum
|
INTERVENSI
Dx : G P > 42 minggu, HIM, kesan jalan lahir keadaan ibu ,
kesadaran janin dengan post date
Tujuan : persalinan berjalan dengan aman dan lancar
Agar kondisi ibu sehat dan kondisi janin baik dalam menghadapi waktu
persalinan
KH : KU ibu baik
Kesadaran Composmetis
TTV ; T : 110/70 mmHg – 120/80 mmHg
N : 80 – 100
x /menit
S : 36,5 –
37,5 C
RR : 16 – 24
x/menit
TFU sesuai dengan usia kehamilan
DJJ 120 -160 x/ menit
Intervensi:
1. Lakukan
pendekatan terapeutik pada klien dan keluarga
R : dengan pendekatan terapeutik akan
tercipta kerjasama dan saling percaya terhadap tindakan yang akan dilakukan
2. LakukanCuci
tangan sebelum dan setelah melakukan tindakan
R
: mencegah infeksi silang antara pasien dan petugas kesehatan
3. Lakukan
observasi TTV dan pemeriksaan fisik umum kemudian memberitahukan hasilnya pada
klien dan keluarga
R : dengan penjelasan hasil pemeriksaan
klien dapat mengetahui keadaannya dan bersedia bekerja sama dengan nakes saat
melakukan tindakan
4. Lakukan
pemeriksaan palpasi dan auskultasi
R : untuk mengetahui kesadaran dan
kondidi janin
5. Beri
KIE tentang persiapan persalinan
R : ibu suap menghadapi persalinan
6. Lakukan
observasi
R : untuk segera melakukan penolongan
selanjutnya
7. Kolaborasi
dengan dokter SpOG agar menetukan tindakan yang tepat jika terjadi komplikasi
R :
8. Lakukan
dokumentasi
R : sebagi bukti tertulis dilakukan
tindakan
Masalah
A. IUGD
Tujuan :
persalinan ibu tanpa komplikasi dan gerakan janin aktif
KH :
KU ibu baik
Kesadaran Komposmentis
TFU dalam batas normal
Gerak janin ± 10 x dalam 24 jam
Intervensi
1. Lakukan
pendekatan terapeutik pada klien dan keluarga agar menjalin hubungan dan kerjasama
antara tenaga kesehatan dan klien terhadap tindakan yang akan dilakukan
2. Beritahukan
hasil pemeriksaan pada ibu agar mengetahui tumbuh kembang janinnya
3. Anjurkan
ibu untuk selalu memantau gerakan janin setiap hari agar untuk mendeteksi
secara dini pergerakan janin
4. Anjurkan
ibu istirahat yang cukup agar dengan insirahat yang cukup kesehatan ibu lebih
terjaga
5. Anjurkan
segera ibu periksa jika gerakan janin berkurang agar deteksi dini adanya
komplikasi
6. Ajarkan
ibu cara menghitung gerakan janin agar
mengaspirasi gerakan janin berkurang
B. Cemas
Tujuan :
Cemas dapat berkurang dan teratasi
KH :
KU ibu baik
Kesadaran Composmentis
TTV ; T : 110/70 mmHg – 120/80 mmHg
N
: 80 – 100 x /menit
S
: 36,5 – 37,5 C
RR
: 16 – 24 x/menit
Intervensi
1. Lakukan
pendekatan terapeutik pada klien dan keluarga agar menjalin hubungan dan
kerjasama antara tenaga kesehatan dan klien terhadap tindakan yang akan
dilakukan
2. Jelaskan
pada ibu penyebab terjadinya yang dialami ibu agar dengan penjelasan dan
pengetahuan ibu dapat memahami
3. Anjurkan
keluarga untuk selalu ada pendampingan agar dengan pendampingan suami menambah
semangat
4. Berikan
suport pada ibu agar dengan suport yang diberikan, ibu lebih tenang
Kebutuhan
A. KIE
Persiapan Persalinan
Tujuan :
persalinan berjalan lancar dan aman
KH :
KU ibu baik
Ibu dan keluarga bersedia
Ibu tidak cemas
Intervensi
1.
Lakukan pendekatan
terapeutik pada ibu dan keluarga
R : terjalin
hubungan dan kerjasama antara keluarga dan tenaga kesehatan
2.
Anjurkan ibu istirahat
yang cukup
R : persiapan
persalinan yang aman dan sehat
3.
Beritahu ibu dan
keluarga persalinan harus di RS
R : dengan
pemberitahuan ibu atau keluarga dapat mempersiapkan segala sesuatu yang
diberitakan
4.
Jelaskan pada ibu
penyebab terjadinya hal yang dialami pada ibu
R : mengurangi
rasa cemas pada ibu
B. Rujukan
Dini
Tujuan :
Persalinan berjalan lancar dan aman
KH :
Persalinan berjalan Aman
Ibu tampak tenang
Intervensi
1. Lakukan
pendekatan terapiutk pada ibu
R : terjalin hubungan dan kerjasama
terhadap tindakan yang akan dilakukan
2. Jelaskan
prosedur yang akan dilakukan
R : ibu dapat mengerti penjelasan yang
diberikan
3. Beritahukan
pada ibu dan keluarga apa saja yang harus disiapkan
R : Rujukan dapat berjalan Lancar
C. Persiapan
Persalinan di Rumah Sakit
Tujuan :
Persalinan berjalan lancar dan aman
KH :
Ibu siap melahirkan di RS
Ibu tampak tenang
Intervensi
1. Lakukan
pendekatan terapeutik pada ibu
R : terjalin hubunga dan kerjasaama
terhadap tindakan yang akan dilakukan
2. Jelaskan
pada ibu bersalin di RS
R : ibu menegerti dan dapat melalui
dengan tenang
3. Anjurkan
ibu mempersiapkan tenaga untuk persalinan
R : dengan persiapan tenaga maksimal
persalinan berjalan lancar
IMPLEMENTASI
Tindakan
dari intervensi sesuai kebutuhan klien
EVALUASI
Dilakukan
untuk mengetahui sejauhmana keefektifitasan asuahan kebidanan yang dilakukan
dengan mengacu pada kriteria hasil
DAFTAR PUSTAKA
FKUI.2005.KAPITA Selekta Kedokteran Jilid I. Jakarta : Media Aescupalius
Crisdiono.M.A.2014.Prosedur tetap dasteri dan Ginekologi. Jakarta :
Eisenberg Erlene. 2004. Kehamilan. Jakarta : Arcon
Tidak ada komentar:
Posting Komentar