Rabu, 06 Mei 2015

LAPORAN PENDAHULUAN PERSALINAN KALA I



LAPORAN PENDAHULUAN
PERSALINAN KALA I

1.        DEFINISI
-          Persalinan adalah serangakain kejadian yang berakhir dengan peneluaran bayi yang cukup bulan atau hampircukup bulan, disusul dengan pengeluaran plasenta dan selaput janin dari tubuh Ibu (Obstetri Fisiologi, 221)
-          Persalinan adalah suatu proses pengeluaran hasil konsepsi janin dan yang dapat hidup di dunia luar darirahim melalui jalan lahir atau dengan jalan lain (Rustam, Mochtar, 1998).
-          Persalinan adalah Proses persalinan janin yang terjadi pada kehamilan bulan (37-42 minggu). Lahir spontan dengan presentasi belakang kepala yang berlangsung dalam 24 jam. Tanpa ada komplikasi baik pada ibu maupun janin. (Sarwono, 2001).
-          Persalinan adalah Proses dimana bayi, plasenta, dan selaput ketuban keluar dari uterus ibu. (APN, 2007).
-          Persalinan Kala I   adalah: permulaan kontraksi persalinan sejati yang ditandai oleh perubahan serviks yang progresif dan diakhiri dengan pembukaan lengkap (10 cm). Hal ini dikenal sebagai tahap pembukaan serviks. (Buku Kedokteran, EGC Ajar Asuhan Kebidanan. Helen Varney, 672)

2.         PROSES PERSALINAN
Pada persalinan normal, proses persalinan dibagi menjadi 4 kala.
-          Kala I           : kala pembukaan serviks
-          Kala II          : kala pengeluaran bayi
-          Kala III        : kala uri
-          Kala IV        : hingga dua jam setelah plasenta lahir
Kala I (kala pembukaan)
Proses pembukaan serviks terdiri dari 2 fase, yaitu :
-          Fase laten, berlangsung selama 8 jam sampai pengukuran 3 cm. His masih lemah dengan frekuensi his jarang.
-          Fase aktif
·         Fase akselerasi lamanya 2 jam, dengan pembukaan 3-4 cm.
·         Fase dialatasi maksimal :lamanya 2  jam, dengan pembukaan 5-9 cm.
·         Fase deselerasi lamanya 2 jam, pembukaan lebih dari 9 cm sampai pembukaan lengkap. His tiap 3-4 menit selama 45 detik. Pada multigravida proses ini akan berlangsung lebih cepat.

3.        PERUBAHAN FISIOLOGIS PERSALINAN KALA I
Perubahan fisiologis pada persalinan kala I, diantaranya :
a.       Perubahan Tekanan Darah
-          Tekanan darah meningkat selama kontraksi
-          Kenaikan sistolik rata-rata sebesar 10-20 mmHg, diastolik 5-10 mmHg
-          Tekanan darah turun diantara kontraksi
-          Hindari posisi terlentang, karena akan menganggu sirkulasi darah dan janin dapat terjadi asfiksia.
b.      Perubahan Metabolisme
-          Metabolisme aerob oleh anaerog karbohidrat akan naik
-          Kenaikan ini disebabkan karena cemas, serta kegiatan otot kerangka tubuh
-          Kenaikan metabolisme di tandai dengan kenaikan suhu,denyut nadi, pernafasan, kardiak output dan kehilangan cairan.
c.       Perubahan Suhu Badan
-          Suhu badan meningkat selama persalinan dan meningkat lagi segera setelah persalinan/kelahiran
-          Kenaikan suhu yang berlangsung lama di indikasikan adanya dehidrasi
d.      Denyut Jantung
-          Denyut jantung naik saat kontraksi
-          Penurunan denyut jantung tidak terjadi jika ibu tidur miring atau terlentang
-          Denyut jantung sedikit lebih tinggi diantara kontraksi
-          Perlu pengontrolan secara periode untuk mengetahui infeksi
e.       Perubahan Pernafasan
-          Pernafasan sedikit naik saat persalinan
-          Disebabkan karena adanya rasa nyeri dan kekhawatiran
-          Penggunaan tekhnik pernafasan yang tidak benar
f.         Perubahan Renal
-          Poli uria yang sering terjadi karena meningkatnya kardiak outpun dan filtrasi glomerulus
-          Kontrol kandung kencing 2 jam sekali agar tidak menghambat penurunan janin
-          Serta untuk menghindari retensio urin setelah melahirkan
g.      Peurbahan gastro intestinal
-          Penyerapan makanan padat berkurang
-          Menyebabkan pencernaan hampir terhenti sehingga menyebabkan konstipasi
h.      Perubahan Hematologisp
-          Hb akan meningkat 1,2 gram/100 ml
-          Jumlah sel-sel darah putih akan meningkat 5000-15000 WBC sampai akhir pembukaan lengkap, dan akan turun selama persalinan
-          Akan turun drastis pada persalinan dengan penyulit
i.        Kontraksi uterus
-          Terjadi karena adanya rangsangan otot polos
-          Penurunan hormon estrogen menyebabkan kelaurnya oksitosin
-          Kontraksi dimulai dari fundus menjalar kebawah
-          Fundus uteri bekerja kuat dan akan mendorong janin ke bawah
-          Servix menjadi lembek dan membuka
j.        Pembentukan SAR dan SBR
-          SAR terbentuk pada uterus bagian atas
-          Otot lebih tebal dan kontruktif
-          SBR terbentuk di uterus bagian bawah antara istmus dan serviks
-          Sifat otot tipis dan elastis
-          Banyak otot yang melingkar dan memanjang
k.      Penarikan Serviks
-          Otot yang mengelilingi ostium uteri internum (OUI) ditarik oleh SAR
-          Menyebabkan serviks pendek menjadi bagman dan SBR
-          Bentuk serviks menghilang, karena kanalis serviks membesar dan membentuk OUE
l.        Pembukaan ostium uteri interna dan ostium uteri eksterna
-          Pembukaan serviks disebabkan karena membesarnya OUE
-          Karena otot disekitar ostium meregang untuk dapat dilewati kepala
-          Pembukaan uteri disebabkan karena tekanan isi uterus (kepala dan kantong amnion)
-          Pada primigravida OUI terbuka dahulu dilanjutkan pembukaan OUE
-          Pada multigravia OUI dan OUE membuka bersama-sama
m.      Show
-          Keluar lendir dan darah dari vagina
-          Lendir berasal dari kanalis servikalis yang tersumbat lendir selama persalinan
-          Darah berasal dari decidua yang lepas
n.      Tonjolan kantong ketuban
-          Tonjolan kantong ketuban disebabkan oleh regangan SBR sehingga selaput khorion lepas
-          Adanya tekanan menyebabkan kantong yang berisi cairan menonjol
-          Bila selaput ketuban pecah maka cairan akan keluar
-          Sehingga placenta tertekan dan fungsi plasenta terganggu sehingga fetus akan kekurangan O2
o.      Pemecahan kantong ketuban
-          Pada akhir kala I bila pembukaan sudah lengkap, kontraksi kuat, tidak ada tahanan, serta desakan janin menyebabkan kantong ketuban pecah, diikuti proses persalinan bayi.

4.        PERUBAHAN PSIKOLOGIS
-          Perasaan tidak enak dan cemas
-          Takut dan rasa ragu-ragu akan persalinan
-          Ibu dalam persalinan sering memikirkan antara lain apa persalinan akan berjalan normal
-          Menganggap persalinan sebagai percobaan
-          Apakah penolong persalinan dapat sabar dan bijaksanan dalam menolong
-          Apakah bayi normal atau tidak

5.        MANAGEMEN KALA I
a.       Mengidentifikasi masalah
b.      Mengkaji riwayat kesehatan, meliputi :
-          Riwayat kesehatan sekarang
-          HIS
-          Ketuban
-          Perdarahan pervaginam bila ada
-          Riwayat kesehatan saat kehamilan
-          Riwayat kesehatan yang lalu bila ada
c.       Pemeriksaan fisik
d.      Pemeriksaan janin (DJJ)
e.       Menilai data dan membuat diagnosa
f.       Menilai kemajuan persalinan
g.      Membuat rencana asuhan kebidanan kala I

6.      TANDA BAHAYA PERSALINAN KAL I
a.       Tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg
b.      Suhu lebih dari 38 C
c.       DDJ kurang dari 100 atau lebih dari 160 x/menit
d.      Kontraksi kurang dari 2x dalam 10 menit berlangsung kurang dari 40 detik
e.       Pembukaan serviks melewati garis waspada
f.       Cairan amnion bercampur mekonium
g.      Urine, volume sedikit dan kental



POHON MASALAH

PERSALINAN
Proses dimanan bayi, plasenta dan selaput
Ketuban keluar dari uterus ibu
Waktu untuk pembukaan serviks sampai pembukaan lengkap
Tali pusat menumbung
Metabolisme karbohidrat meningkat
Progesteron
Tanda bahaya pesalinan kala I
Ketuban pecah
Filtrasi glumelurus
infeksi
Kala I
Kala II
Kala III
Kala IV
Fase laten 0-3 cm
Fase aktif 4-10 cm
Selaput ketuban pecah
Kardiak output
Suhu, nadi, pernafasaan meningkat
Perubahan psikologi
Aliran plasma kerenal meningkat
 


















POHON
Gerakan kerangka otot tubuh meningkat
Nyeri
Cemas
Poli uria
Kandung kemih penuh, menghambat penurunan kepala
Partus lama
Keletihan
Fetal distres
Manajeman Kala I
-       Mengidentifikasi masalah
-       Mengkaji riwayat kesehatan
-       Pemeriksaan fisik
-       Pemeriksaan janin (DJJ)
-       Menilai data dan membuat diagnosa
Masalah
-       Cemas
-       Nyeri pinggang
-       Fetal distres
-       keletihan
 












                                                                                                        
Kebutuhan
-       Dukungan emosional
-       KIE tentang cara bernafas yang efektif dan benar
-       Pencegahan infeksi
-       Menajemeb aktif kala I
 













INTERVENSI
Dx       : Inpartu Kala I fase laten
Tujuan : Ibu dapat melewati Kala I fase laten dengan normal
KH      : KU Ibu baik
  Pembukaan  bertambah dari 1 – 3 cm dalam waktu 8 jam
  Eff bertambah 50 – 100%
              TTV
Tekanan darah : 110/70-120/80 mmHg
Nadi : 80 – 100 x/menit
Suhu : 36,5 – 37,5 C
Pernafasan : 16 – 24 x/menit
Djj : 120 – 160 x/menit
Intervensi
1.      Lakukan pendekatan terapeutik pada klien dan keluarga
R: dengan pendekatan terapeutik akan tercipta hubungan saling percaya dan terjalin kerjasama yang baik antara tenaga kesehatan dan klien
2.      Lakukan Cuci tangan sebelum dan setelah melakukan tindakan
R : mencegah infeksi silang antara pasien dan petugas kesehatan
3.      Observasi his / Kontraksi
R : Dengan mengobservasi kita dapat mengikuti pola kontraksi
4.      Observasi TTV
R : Dengan mengobservasi tanda – tanda vital dapat diketahui keadaan Ibu dan bila terjadi hal – hal yang abnormal
5.      Observasi DJJ
R : Dengan pemantauan Djj dapat diketahui keadaan keadaan janin. Mungkin terjadi gawat janin.
6.      Lakukan VT
R : Dengan VT dapat diketahui vagina, servik keadaan pembuka berapa Cm,  pendataran diketahui kemajuan penurunan bagian terendah janin.
7.      Jelaskan pada Ibu tentang kemajuan persalinan
R : Dengan menjelaskan pada Ibu maka dapat membuat Ibu merasa lebih tenang dan Ibu tahu keadaannya dan janinnya
8.      Bimbing Ibu untuk rileks sewaktu tida ada his
R : Dengan menarik nafas panjang, tahan nafas sebentar kemudian dilepaskan dengan menit sewaktu ada his akan mengurangi rasa sakit.
9.      Atur aktifitas dan posisi Ibu
R : Aktifitas yang dilakukan sesuai dengan kemampuan Ibu, posisi terlentang dapat menyebabkan aorta tertekan dan terjadi sindroma hipertensi.
10.  Anjurkan Ibu untuk tetap makan makanan ringan dan minuman yang cukup
R : Makan dan minum yang cukup menambah tenaga Ibu waktu bersalin.










Dx       : Inpartu Kala I fase aktif
Tujuan : ibu dapat melewati Kala I fase aktif dengan normal
KH      : Kepala Hodge IV lengkap (4-10 cm)
  Eff 100%
  Ketuban (+)
  Tanda – tanda vital :
  Tekanan darah : 110/70-120/80 mmHg
  Nadi : 80 – 100 x/menit
  Suhu : 36,5 – 37,5 C
  Pernafasan      : 16 – 24 x/menit
  DJJ : 120 – 160 x/menit
Intervensi
1.      Observasi tanda – tanda vital, Tekanan darah tiap 4 jam, Suhu tiap 2 jam, Nadi setiap 30 – 60 menit
R : dengan mengobservasi tanda – tanda vital dapat diketahui peningkatan suhu, nadi, tekanan darah, Respirasi, di atas normal ada indikasi terjadi infeksi.
2.      Observasi Djj setiap 30 menit
R : Dengan observasi DJJ kita dapat mengetahui keadaan janin
3.      Lakukan VT tiap 4 jam sekali
R : Pembukaan serviks seharusnya 1 – 2 cm / jam pada multipara dengan memeriksa dilaktasi servik dapat menentukan kemajuan persalinan.
4.      Anjurkan Ibu rileks dan bernafas pendek dan cepat bila merasakan ingin mengedan.
R : Dengan relaksasi dapat memblok impuls nyeri dalam korteks serebal melalui respon kondisi dan stimulasi kulit. Memudahkan persalinan normal nafas pendek dan cepat selama fase aktif mencegah laserasi atau oedema jalan lahir
5.      Atur posisi pasien miring ke kiri
R : Posisi miring ke kiri meningkatkan aliran balik vena dan meningkatkan sirkulasi plasenta.
6.      Pertahankan Vesica Urinaria tetap kosong
R : Jika Vesica Urinaria kosong tidak akan mengganggu His dan penurunan bagian terendah janin.

Masalah
A.    Cemas
Tujuan      :  Rasa cemas Ibu berkurang
KH           :  Keadaan Umum Ibu baik
Tanda – tanda vital :
Tekanan darah : 110/70-120/80 mmHg
Nadi : 80 – 100 x/menit
Suhu : 36,5 – 37,5 OC
Pernafasan : 16 – 24 x/menit
Intervensi
1.      Anjurkan Ibu untuk memilih posisi senyaman mungkin.
R : Posisi yang akan nyaman akan memberi kenyamanan pada Ibu selama  menunggu pembukaan lengkap.
2.      Hadirkan orang terdekat seperti suami atau keluarga untuk memberikan support pada Ibu
R : Dengan menghadirkan orang terdekat dapat memberi support, semangat pada Ibu dan Ibu merasa lebih tenang.


B.     Nyeri pinggang
Tujuan      : Nyeri pinggang Ibu dapat berkurang
KH           : Keadaan Umum Ibu baik
Tanda – tanda vital :
Tekanan darah : 110/70-120/80 mmHg
Nadi : 80 – 100 x/menit
Suhu : 36,5 – 37,5 OC
Pernafasan : 16 – 24 x/menit
Intervensi
1.      Anjurkan Ibu, suami atau keluarga untuk melakukan relaksasi dan distraksi misalnya. dengan menggosok–gosok punggung Ibu, mengipas dan mengajak komunikasi dengan Ibu
R : Dengan menggosok atau merelaksasi punggung atau dan mengalihkan perhatian Ibu, maka akan mengurangi rasa nyeri.

C.     Fetal Distress
Tujuan      : Bayi segera mendapatkan perawatan secara seksama setelah mengenali tanda  gawat janin setelah proses persalinan.
KH           : Djj : < 120 atau < 180 x/menit
  Bertanda Mekonium kental
Intervensi
1.      Pantau DJJ
R : Jika ada fundus gawat janin (Djj <100 / > 180 x/menit) maka memantau DJJ harus sering observasi.
2.      Segera lakukan rujukan jika terdapat Mekonium bercampur darah, warna kehijauan.
R : Dengan segera merujuk ke tempat yang memadai asuhan kegawat daruratan obstetri dapat segera mendapat penanganan yang sesuai dengan keadaannya

D.    Keletihan
Tujuan      : Keletihan Ibu bisa berkurang
KH           : Bayi lahir dengan selamat
  Keadaan umum Ibu baik
Tanda – tanda vital :
Tekanan darah : 110/70-120/80 mmHg
Nadi : 80 – 100 x/menit
Suhu : 36,5 – 37,5 OC
Pernafasan : 16 – 24 x/menit
Djj : 120 – 160 x/menit
Intervensi
1.      Nutrisi memberikan Ibu makanan dan minuman
R : Menambah kenyamanan Ibu









E.     Infeks
Tujuan      : Infeksi tidak berlanjut
KH           : Tidak terjadi infeksi
  Keadaan Umum Ibu baik
Tanda – tanda vital :
Tekanan darah : 110/70-120/80 mmHg
Nadi : 80 – 100 x/menit
Suhu : 36,5 – 37,5 OC
Pernafasan : 16 – 24 x/menit
DJJ : 120 – 160 x/menit
Intervensi
1.      Hindari infeksi dengan teknik ASEPTIK dan hindari VT terlalu sering sesuai dengan jadwalnya.
R : Pada KPD terjadi hubungan berlanjut atau berlangsung antara liang senggama dan rongga rahim karena hilangnya rintangan selaput janin, kuman dan penyakit akan masuk dalam rongga rahim.

Kebutuhan
A.    Pemenuhan kebersihan dan kenyamanan
Tujuan      : ibu merasa nyaman saat persalinan
KH           : ibu mampu merasanyaman dengan keadaan sekarang
Intervensi
1.      Lakukan pendekatan terapeutik pada ibu
R: menjalin kerjasama dan hubungan terhadap tindakan yang akan dilakukan
2.      Mengatur posisi ibu supaya ibu nyaman
R : kenyamanan posisi ibu memperkuat timbulnya kontraksi yang adekuat
3.      Anjurkan keluarga untuk mengganti baju ibu jika terkena tabuhan atau keringat
R :  keringnya badan membuat ibu nyaman

B.     Kebutuhan kontak kulit
Tujuan      : diharapkan kebutuhan kontak kulit ibu terpenuhi
KH           : ibu mampu menjelaskan ulang
Intervensi
1.      Lakukan pendekatan terapeutik pada ibu
R: menjalin kerjasama dan hubungan terhadap tindakan yang akan dilakukan
2.      Anjurkan keluarga untuk motivasi pada ibu
R : dengan adanya motivasi dari orang terdekat maka tingkat kenyamanan ibu meningkat

IMPLEMENTASI
Tindakan dari intervensi sesuai kebutuhan klien

EVALUASI
Dilakukan untuk mengetahui sejauhmana keefektifitasan asuahan kebidanan yang dilakukan dengan mengacu pada kriteria hasil





DAFTAR PUSTAKA


Manuaba. Ilmu Kebidanan Penyakit Kandungan dan Keluarga Berencana Untuk Pendidikan Bidan. EGC. Jakarta. 1998

Universitas Padjadjaranm 1998. Obstetri Fisiologi Bandung.

Prawirohardjo, Sarwono. Ilmu Kandungan Edisi Kedua. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. Jakarta. 2002

Fitramaya, Perawatan Ibu Bersalin, Jakarta.

Helen Varney, Buku Kedokteran Ajar Asuhan Kebidanan, Jakarta, EGC


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

HUT IBI Cabang Nganjuk Ke 66